Jumat, 04 November 2016

FUNGSI MANAJEMEN DAN CONTOH PENGAPLIKASIANNYA

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
 
1. Perencanaan (Planning)
Suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan atau langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam definisinya, perencanaan adalah pemikiran ke depan, perencanaan yang berarti pengelolaan, pembuat keputusan, suatu prosedur yang nyata, dalam berbagai bentuk keputusan menurut sistem yang terintegrasi.  

Contoh : Membuat tugas penulisan yang diberikan oleh dosen, dengan membuat daftar rencana supaya tugas yang dikerjakan lancar. Langkah pertama mencari bahan penulisan yang akan dibuat, membuat jadwal waktu agar tidak terbuang dengan sia-sia, membuat pendapat tentang materi yang diberikan. Dengan membuat rencana, akan lebih teratur dalam pengerjaan tugas penulisan dan mengurangi ketidakpastian dari hal hal yang lain.
 
2. Pengorganisasian (Organizing)
Suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerja, penentu hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas yang kondusif. Hasil dari pengorganisasian adalah struktur organisasi. Pengorganisasian merupakan salah satu elemen penting karena dengan pengorganisasian memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi, baik yang berupa sumber daya manusia mapun sumber daya yang lainnya yang kearah tercapai nya tujuan organisasi tersebut. 

Contoh : Jika membuat hal tugas dalam berkelompok, dibagikan pekerjaan tugas sesuai dengan kemampuan masing masing dari anggota. Agar lebih terstruktur serta lebih efisien dalam mengerjakan. Sebagai penentu hubungan berkomunikasi dengan baik sesama anggota sehingga menimbulkan keakraban satu dengan yang lainnya.
 
3. Pengarahan (Directing)
Dengan pengarahan adalah tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota organisasi melakukan kegiatan yang sudah ditentukan ke arah tercapainya tujuan. Kegiatan pengarahan ini banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada para anggota organisasi, kepemimpinan serta pengembangan komunikasi.
 
Contoh : Memberikan petunjuk atau berupa memberikan pendapat terhadap positif anggota lainnya terhadap kinerja dari anggota tersebut, karena hal tersebut meningkatkan kinerja dari anggota kita. Motivasi juga juga dapat diberikan, seperti mentraktir apabila tugas penulisan tugas sudah selesai yang akan menambah semangat bagi anggota kelompok. Dalam hal motivasi, seorang motivator harus mempunyai jiwa kepemimpinan untuk memberikan semangat kepada anggota nya.
 
4. Pengendalian / Pengawasan (Controlling)
Suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. Dengan demikian, apabila kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan tersebut, diadakan suatu tindakan perbaikan. Dengan kata lain, sistem pengendalian adalah sarana bagi pengendalian manajemen yang saling berkaitan dan disusun dengan rencana yang utuh dan menyeluruh, untuk membantu manajemen di dalam pengendaliannya. 
 
Contoh : Melakukan pengawasan terhadap kinerja setiap masing masing anggota agar hasil yang dicapai lebih memuaskan dan maksimal, juga memberikan nasehat apabila ada kesalahan yang melenceng dari perencanaan.
 
 
Referensi :