Berikut adalah 8 celah keamanan pada browser anda:
1. Tidak memasang atau update Anti Virus.
Banyak yang menganggap bahwa Anti Virus hanya digunakan untuk menjaga keamanan komputer dari virus, yang biasanya dianggap hanya tersebar melalui media flash disk saja. Padahal lebih banyak ancaman virus atau malware yang tersebar ketika browsing. Agar terhindar dari ancaman tersebut, anda bisa memasang Anti Virus yang mempunyai add-on/extension yang befungsi untuk monitoring aktivitas browser.
2. Menggunakan web browser yang tidak terpercaya dan belum teruji kehandalannya.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, pilihan browser menjadi semakin banyak dan variatif dengan keunggulan, kelemahan serta fitur-fitur unik yang menjadi andalan. Anda bisa memilih untuk memakai browser apa saja yang anda sukai. Namun saran kami, lebih baik apabila memakai Google Chrome atau Mozilla Firefoxyang sudah umum digunakan serta teruji dari segi kecepatan, kehandalan dan keamanannya.
3. Tidak pernah update browser ke versi terbaru.
Perkembangan virus atau malware di internet bergerak sangat cepat, menurut PandaLabs,(perusahaan keamanan internet) tiap menit ada 158 malware baru yang dilepas ke internet. Untuk itu, meski anda sudah menggunakan web browser yang unggul dalam hal keamanan seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox, akan sangat rentan apabila browser tersebut tidak pernah diupdate ke versi terbaru.
4. Perhatikan dengan teliti URL pada browser sebelum Login.
Harap perhatikan URL atau Link yang anda ketik, copy atau klik pada browser. Hati-hati dengan halaman phising yang menyerupai tampilan halaman asli yang digunakan untuk mencuri data akun anda, misal: faceboook.com yang menyerupai halaman facebook.com dengan tampilan halaman yang sama. Periksa kembali petunjuk enkripsi sebelum memasukkan data yang sensitif, misal alamat web dengan “https” atau logo gembok terkunci di sudut kiri URL.
5. Menyimpan password pada browser di komputer publik.
Jangan pernah menyimpan password pada browser apabila anda menggunakan komputer milik publik atau umum seperti warnet, perpustakaan, kantor, dan lain-lain. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan lupa untuk log out/sign out/keluar dari akun jika anda ingin meninggalkan komputer tersebut.
6. Tidak pernah membersihkan history pada browser.
Untuk lebih menjaga privasi dan menghindari malware, bersihkan history pada browser, terutama password, cookies, dan autofill yang dapat mengancam keamanan akun anda.
7. Tidak pernah menggunakan mode Private Browser di komputer publik.
Salah satu cara alternatif jika anda tidak ingin sering repot-repot keluar dari akun atau membersihkan history adalah dengan menggunakan mode Private Browser. Dalam mode Private Browser seperti Incognito Window pada Google Chrome atau Private Window pada Mozilla Firefox, semua aktivitas pada browser seperti history, password, cookies, dan lain-lain saat itu tidak akan disimpan. Cara mengaktifkan Private Browser pada Google Chrome adalah dengan menggunakan opsi New Incognito Window atau menekan tombol kombinasi Ctrl+Shift+N. Sedangkan pada Mozilla Firefox adalah dengan menggunakan opsi New Private Window atau menekan tombol kombinasi Ctrl+Shift+P.
8. Hati-hati pada pengguna yang berdekatan dengan anda.
Tetap hati-hati dan jagalah privasi pada orang-orang yang berdekatan dengan anda, bukan tidak mungkin mereka juga bisa melihat atau mengintip apa yang anda ketikkan pada saat membuka akun anda.
Beberapa fitur keamanan browser Anda
Komputer Anda rentan terhadap berbagai ancaman online kapanpun Anda menjelajah web seperti virus, malware, dan spyware. Kabar baiknya adalah browser web Anda sudah menyediakan banyak fitur keamanan built-in untuk melindungi komputer Anda. Mari kita pelajari beberapa fitur penting yang perlu Anda ketahui, serta beberapa tips sederhana yang dapat Anda gunakan untuk tetap aman saat Anda online.
1. Memeriksa alamat situs web
Banyak situs web berbahaya sering menggunakan alamat web palsu untuk menipu pengguna. Misalnya, www.wellfargo.com tampak mirip dengan www.wellsfargo.com, tetapi tanpa huruf s di tengah.
Mengecek ulang nama domain adalah cara yang baik untuk memastikan bahwa situs web yang akan Anda tuju adalah situs web yang resmi dan terpercaya, bukannya situs web palsu yang tampak mirip dengan situs web yang sebenarnya. Bahkan beberapa browser web membuat nama domain lebih mudah dibaca. Pada contoh di bawah ini, Anda dapat melihat bahwa teks wellsfargo.com menggunakan warna yang lebih gelap pada address bar.
2. Periksalah simbol keamanan
Beberapa situs web menampilkan simbol gembok di kotak isian alamat situs web. Simbol gembok ini sering tampak pada beberapa jenis website, seperti toko online dan perbankan. Artinya, situs web ini menggunakan koneksi HTTPS yang aman untuk memasukkan informasi-informasi pribadi Anda.
Anda tidak akan melihat simbol ini pada semua situs web, dan hal demikian tidaklah masalah karena tidak semua situs web memerlukan tambahan lapisan keamanan ini. Namun Anda harus tetap berhati-hati dan menghindari memasukkan informasi-informasi penting (seperti nomor kartu kredit Anda) jika Anda tidak melihat simbol ini di kotak isian alamat situs web.
3. Perbarui browser web Anda secara berkala
Virus dan malware lainnya selalu diperbarui sepanjang waktu, jadi sangat penting untuk memperbarui browser Anda secara berkala. Browser Anda biasanya akan memberitahu Anda ketika telah tersedia pembaruan, tetapi Anda tetap dapat melakukan pembaruan secara manual. Pada contoh ini, kami melakukan pembaruan Google Chrome ke versi terbaru, tetapi prosedur pembaruan bervariasi tergantung pada browser Anda.
Anggota :
-Satrio Tejo Utomo (2A114080)
-Wisnu Rahardian Pratama (2C114308)
Sumber Referensi :
-http://aplikasipemda.com/8-celah-keamanan-pada-browser-anda/
-https://www.gcflearnfree.org/keamanan-internet/fiturfitur-keamanan-browser-anda/1/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar