Dunia Teknologi dan Informasi
(IT) yang memiliki banyak bidang semakin hari semakin diminati oleh masyarakat. Mahasiswa
berbondong-bondong memilih jurusan IT, sekolah dan kampus IT pun semakin
banyak, para orang tua pun ingin anaknya pandai dalam mengoprasikan teknologi,
karena peluang kerjanya akan terbuka lebar. Berikut profesi-profesi TI yang
paling dicari perusahaan dengan standar penghasilan tinggi:
1.
Software Developer / Software Engineer (Pembuat
Program Perangkat Lunak)
Profesi ini merupakan profesi yang paling diminati
perusahaan-perusahaan khususnya yang bergerak dibidang TI untuk terus
menciptakan inovasi melalui prangkat lunak yang handal dan berkualitas yang
dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Banyak lulusan dari
perguruan tinggi ternama dari jurusan Sistem Informasi, Teknik Informasi,
maupun Ilmu Komputer diarahkan untuk menjadi Software Developer. Untuk menjadi
seorang Software Developer diperlukan kemampuan logika dan algoritma yang baik
serta memiliki kemampuan abstrak di atas rata-rata. Selain itu, orang yang
memiliki profesi sebagai software developer harus mampu bekerja dibawah
tekanan, bersedia lembur, di tempatkan pada kantor klien sebagai karyawan
outsource, dan bisa bekerja dalam tim.
Bahasa pemrograman yang populer saat
ini dan banyak digunakan pada berbagai produk perangkat lunak, yaitu Java, C#
.NET, VB .NET, PHP, HTML, Javascript, C, C++. Setidaknya, seorang software
developer bisa menguasai satu dari beberapa bahasa pemrograman tersebut.
Berikut kategori software developer, yaitu:
- · Web Developer
Perkembangan
web semakin pesat seiring bertambahnya pengguna internet di Indonesia. Konsep
e-Commerce dan media sosial yang mana merupakan pengembangan dari web
interaktif semakin diminati oleh pengguna internet. Teknologi web semakin
tumbuh dan berkembang dengan cepat. Hypertext Markup Language (HTML) versi 5
dan jquery diciptakan untuk membangun desain web yang responsif. Untuk menjadi
web developer diperlukan pemahaman konsep penggunaan HTML5, Cascade Style Sheet
(CSS), javascript, jquery, EXtensible Markup Language (XML), Asynchronous Javascript
and XML (AJAX), dan bahasa pemrograman seperti PHP, C# .NET, atau java.
- · Mobile Apps Developer
Seiring
berkembangnya smartphone yang memiliki multifungsi dan kemampuan membangun
aplikasi-aplikasi di dalamnya, aplikasi mobile mulai banyak diminati. Developer
aplikasi mobile semakin terus berkembang dan meramaikan pasar aplikasi mobile
dunia seperti Google Play, Apple Store, Windowsphone Store, Blackberry World,
dan lain-lain. Beberapa
tools (alat bantu kerja) yang dapat membantu kinerja pengembangan aplikasi
mobile oleh Mobile Apps Developer, yaitu IBM Worklight Developer Edition,
Xamarin, JDeveloper, dan lain-lain.
- · Integration Developer
Integrasi
data mulai banyak dibutuhkan dan dikembangkan sebagai cara untuk berkomunikasi
antara aplikasi eksternal dengan aplikasi internal maupun antar aplikasi
internal saja. Konsep Service Oriented Architecture (SOA) sebagai landasan
utama dalam integrasi data yang mana membangun beberapa service disekitar
aplikasi internal menjadi begitu penting untuk dipahami. Penggunaan produk
Enterprise Service Bus (ESB) untuk integrasi data secara real time dan konsep
web service seperti SOAP/REST maupun JSON. Konsep integrasi data secara batch
biasanya menggunakan tools populer seperti Pentaho, Knime, dan SQL Server
Integration Service (SSIS)
- · Business Intelligent Developer
Konsep
Business Intelligent (BI) menjadi kebutuhan utama dalam melakukan analisis
pengolahan data di suatu organisasi. Dengan berbagai sumber data yang dimiliki
dan multidimensi untuk menampilkan suatu panel kontrol (dashboard) maupun
laporan-laporan kepada manajemen, perlu suatu metode untuk pengolahan data yang
dibutuhkan tadi. Beberapa metode yang mendukung konsep BI yang harus dikuasi
oleh BI developer yaitu data mining, text mining, Online Analytical Processing
(OLAP), Business Performance Management, Master Data Management, predictive
analytic, semantic analytic, dan sebagainya. Biasanya pengembangan produk BI
digunakan oleh Analis Data (Data Analyst). Adapun tools yang dapat digunakan
untuk mendukung konsep BI seperti Tableau, Pentaho, SQL Server Reporting
Service (SSRS), Crystal Report, SDL Server Integration Services (SSIS), Weka,
Knime, dan lain-lain.
- · Desktop Developer
Profesi
Desktop Developer di Indonesia bisa tergolong langka karena target pasar yang
masih rendah terhadap kebutuhan aplikasi berbasis desktop. Namun, memiliki
nilai jual yang tinggi bagi eksper dan berpengelaman dalam membuat
produk-produk seperti milik Microsoft. Tentunya, hal ini tidak berlaku di
Indonesia. Di Indonesia, fokus desktop developer biasanya pada pengembangan
aplikasi open source, aplikasi kasir, aplikasi antivirus, dan aplikasi
permainan. Bahasa pemrograman yang paling populer untuk pengembangan aplikasi
berbasis desktop adalah C, Java, C# .NET, dan Visual Basic. Standar
gaji bulanan untuk profesi Software developer level pemula sekitar Rp.
4.000.000,- s/d Rp. 8.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah
memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp.
8.000.000,- s/d Rp. 15.000.000,-. Namun, ada beberapa perusahaan TI yang
memiliki standar gaji Rp. 8.000.000,- s/d Rp. 12.000.000,- bagi developer yang
memiliki keahlian menggunakan bahasa pemeograman Java untuk level pemula sampai
menengah.
2.
IT Project Management Officer (Pengelola
Proyek TI)
Saat
ini, kebutuhan suatu organisasi untuk melakukan suatu investasi TI terus
berkembang. Hal ini diyakini karena penetrasi teknologi yang dapat membawa
perubahan begitu cepat sehingga diharapkan dapat membawa perusahaan unggul diberbagai
bidang. Untuk mewujudkan investasi TI tersebut, biasanya perusahaan membuat
proyek. Karena proyek tersebut berhubungan dengan TI, maka pendekatan yang
digunakan berbeda pula sehingga dibutuhkan keahlian dari Pengelola Proyek dari
bidang TI.
Namun,
banyak perusahaan yang membutuhkan keahlian dari Manajer Proyek dengan
sertifikasi khusus seperti PMP(Professional Management Project), Certified
Associate in Project Management (CAPM), Program Management Professional (PgMP),
PMI Scheduling Professional (PMI-SP), PMI Risk Management Professional
(PMI-RMP), dan lain-lain. Profesi Pengelola Proyek TI ini sangat menjanjikan
dan termasuk 5 profesi yang paling diminati dan dibutuhkan di Amerika Serikat
saat ini. Adapun tugas-tugas dari Pengelola Proyek TI sebagai berikut:
- ·Membantu perencanaan proyek TI
- ·Memantau perkembangan proyek TI
- ·Melakukan evaluasi dan audit terhadap proyek-proyek TI
- ·Melacak ketersediaan sumber daya di seluruh proyek TI yang ada
- ·Menetapkan pedoman manajemen proyek, standar dan prosedur untuk proyek TI
- ·Dukungan administratif proyek TI
- ·Membantu koordinasi pertemuan dengan pihak-pihak yang terlibat
- Memberikan pelatihan khusus bagi Manajer Proyek dan Timnya
- · Pengarsipan informasi yang berhubungan dengan proyek TI
- Membuat laporan kepada jajaran manajemen tertinggi dan mendistribusikan informasi di seluruh organisasi
Standar
gaji bulanan untuk profesi Pengelola Proyek TI level pemula sekitar Rp.
6.500.000,- s/d Rp. 12.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah
memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp.
20.000.000,- s/d Rp. 50.000.000,-.
3.
IT Consultant (Konsultan TI)
Layaknya seorang dokter dan psikolog,
profesi ini juga bergerak dibidang layanan jasa konsultasi khusus pada bidang
TI. Konsultan TI biasanya memberikan masukan berupa saran dan rekomendasi
berdasarkan analisis kebutuhan dan kondisi internal maupun eksternal klien
tanpa melakukan implementasi atas saran atau rekomendasi yang telah mereka
buat. Seorang konsultan TI lebih memahami secara teori dan metode praktis yang
sering digunakan berdasarkan pengalaman. Untuk eksekusi atas saran dan
rekomendasi tersebut, dilakukan oleh pihak lainnnya yang menyediakan layanan
jasa implementasi terhadap apa yang sudah direncanakan.
Untuk mengambil profesi sebagai
konsultan TI membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. Biasanya mereka
terlebih dahulu mengikuti pendidikan tingkat lanjut di perguruan tinggi (S2)
atau pelatihan bidang tertentu yang ingin mereka kuasai. Selain itu, biasanya
mereka perlu mengambil sertifikasi dibidang yang ingin mereka kuasai tersebut.
Kemampuan dalam membuat proposal penawaran jasa konsultasi dibutuhkan dalam
rangka meyakinkan klien untuk memilih jasa mereka. Proses identifikasi
kebutuhan, analisis, dan hasil analisis dikemas dalam suatu makalah dan presentasi
untuk disampaikan atau diberikan kepada klien. Profesi ini merupakan profesi
yang sangat menguntungkan karena biaya operasional yang dikeluarkan relatif
sedikit. Namun, nilai proyeknya sangat besar. Berikut bidang-bidang yang sering
dibutuhkan klien untuk memakai jasa konsultan TI, yaitu Audit TI, Manajemen
Risiko TI, Manajamen Layanan TI, Manajemen Portofolio Aplikasi, Manajemen
Proyek TI, Manajemen Investasi TI, Perencanaan Strategis Sistem Informasi, Tata
Kelola TI, Arsitektur TI, dan disiplin ilmu lainnya.
4.
System Analyst (Analis Sistem)
Biasanya
profesi ini diperoleh setelah lebih dari 4 tahun menjadi seorang Software
Developer atau Software Engineer dan memiliki banyak pengalaman dalam
pengembangan software. Seorang analis sistem bertugas merancang, menganalisis,
dan mengimplementasikan sistem yang hendak dikembangkan. Hasil rancangan Analis
Sistem tersebut akan diterjemahkan oleh software developer kedalam barisan
kode-kode program. Namun sebelumnya, Analis Sistem harus dapat berkomunikasi
langsung dengan pengguna akhir (end-user) untuk mengetahui kebutuhan dan
ekspektasi mereka. Seorang Analis Sistem mengemban tugas yang berat. Ada banyak
hal yang harus diketahui seperti ciri khas suatu bahasa pemrograman, konsep
pemrograman berorientasi objek, konsep UML (Unified Modelling Language),
infrastruktur TI, jaringan, dan teknologi terkini. Analis sistem juga
bertanggung jawab terhadap kelangsungan produk yang dia rancang apabila
terdapat kendala dalam pengemabnagn sistemnya.
Standar
gaji bulanan untuk profesi Analis Sistem ini sekitar Rp. 8.000.000,- s/d Rp.
18.000.000,- dengan ketentuan lebih dari 4 tahun kerja sebagai software
engineer atau software developer dan memiliki banyak portofolio pengembangan
software.
5.
Database Administrator (Pengelola Basis Data)
Peran
Database Administrator (DBA) dalam suatu perusahaan sangatlah penting yang
meliputi pengembangan dan perancangan strategi basis data, pemantauan sistem
pada basis data, peningkatan kinerja basis data, dan perencanaan kapasitas
sistem pada basis data untuk ekspansi kebutuhan mendatang. Selain itu, seorang
DBA juga bertanggung jawab terhadap instalasi dan konfigurasi produk basis data
pada lingkungan sistem internal, upgrade produk basis data, administrasi sistem
basis data, pemantauan kinerja basis data, perawatan sistem basis data, backup
dan restore basis data, dan keamanan pada sistem basis data.
Standar
gaji bulanan untuk profesi DBA level pemula sekitar Rp. 5.000.000,- s/d Rp.
8.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi dan
berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 10.000.000,- s/d Rp.
17.000.000,-.
6.
Information Security Analyst (Analis Keamanan
Informasi)
Keamanan
Informasi disuatu perusahaan menjadi sangat penting. Kelalaian dalam menjaga
suatu informasi dapat berdampak buruk bagi kelangsungan suatu perusahaan.
Apalagi pemerintah telah membuat Kebijakan dan regulasi terhadap keamanan
informasi pelanggan maupun mitra. Bocornya informasi pelanggan maupun mitra
dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan pelanggan maupun mitra kepada
perusahaan sehingga citra perusahaan semakin berkurang seiring berkurangnya
pendapatan perusahaan tersebut. Tentunya, sanksi berlaku bagi perusahaan yang
tidak mengikuti regulasi yang dibuat pemerintah.
Namun,
banyak perusahaan yang membutuhkan keahlian dalam bidang Keamanan Informasi
yang sudah memiliki sertifikasi khusus seperti CISM (Certified Information
Security Manager), CISA (Certified Information Systems Audit), CISSP (Certified
Information Systems Security Professional), dan lain-lain. Untuk itu, jika Anda
ingin menjalani profesi sebagai Analis Keamanan Informasi, sebaiknya mengambil
salah satu profesi di atas. Selain menambah kompetensi, dapat juga meningkatkan
nilai jual Anda dalam dunia kerja. Adapun tugas-tugas dari Analis Keamanan
Informasi sebagai berikut:
- · Melakukan perencanaan dan pelaksanaan langkah-langkah keamanan untuk melindungi sistem komputer, jaringan, dan data
- · Mengantisipasi pelanggaran keamanan informasi dengan mencegah kehilangan data dan gangguan layanan seperti meneliti teknologi baru yang efektif yang dapat melindungi jaringan
- · Melakukan penilaian risiko dan pengujian sistem pengolahan data
- · Merekomendasikan peningkatan keamanan informasi dan pembelian suatu produk teknologi
- · Membuat, menguji, dan mengimplementasikan rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan)
- · Memberikan pelatihan tentang keamanan informasi kepada seluruh karyawan
- · Membuat kebijakan dan prosedur keamanan informasi perusahaan
Standar
gaji bulanan untuk profesi Analis Keamanan Informasi level pemula sekitar Rp.
5.500.000,- s/d Rp. 8.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki
sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp.
10.000.000,- s/d Rp. 20.000.000,-.
7.
IT Architect (Arsitek TI)
Layaknya
arsitektur pada suatu bangunan, sistem TI juga membutuhkan arsitektur untuk
mengetahui komponen sistem lebih detail sehingga dapat meminimalkan risiko
ketika membangun atau mengubah sebuah sistem di lingkungan perusahaan. Keahlian
ini menjadi lebih penting dalam menata lanskap sistem untuk menjaga kualitas,
biaya, dan aspek lainnya. Penggambaran yang dilakukan secara terpusat dan
mutakhir dari berbagai kebutuhan perspektif seperti proses bisnis, aplikasi,
teknologi atau infrastruktur TI, dan Informasi untuk kondisi saat ini maupun di
masa mendatang. Profesi ini tidak mudah karena dibutuhkan keahlian dalam
merancang, membuat komitmen dengan pihak-pihak yang dilibatkan, serta membuat
rekomendasi berupa peta perjalanan Departemen TI (IT Roadmap) selama 5 tahun ke
depan yang selaras dengan strategi dan tujuan perusahaan.
Profesi
ini juga memiliki peta karir yang jelas dengan sertifikasi yang dikeluarkan
oleh IASA (International Association of Software Architect), yaitu suatu
lembaga internasional yang mewadahi Arsitek TI.
Standar
gaji bulanan untuk profesi Arsitek TI level pemula sekitar Rp. 5.500.000,- s/d
Rp. 7.500.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi
dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 12.000.000,- s/d Rp.
20.000.000,-.
8.
Quality Assurance (Penjamin Kualitas Program)
Untuk
meningkatkan kualitas dari suatu produk perangkat lunak, dibutuhkan manajemen
kualitas yang fokus terhadap pemenuhan kebutuhan terhadap kualitas yang
diinginkan sesuai standar ISO 9000. Profesi ini mengacu pada kegiatan
administrasi dan prosedural yang diimplementasikan ke dalam sistem mutu
sehingga persyaratan dan tujuan dari suatu produk, layanan, atau kegiatan dapat
terpenuhi. Ada dua prinsip yang termasuk ke dalam QA, yaitu sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai dan menghilangkan kesalahan atau cacat. Tugas profesi
dari Quality Assurance (QA) meliputi pengelolaan kualitas baik produk,
komponen, maupun layanan. Biasanya profesi QA setara dengan analis sistem dalam
hal kemampuan analisis. Sebaiknya untuk enjadi seorang QA, harus memiliki
pengalaman dalam membuat software atau sistem informasi serta mengerti proses
bisnis. Namun, pada kenyataannya di Indonesia seorang QA dapat berasal dari
kalangan pemula. Hal inilah yang mengakibatkan kualitas produk perangkat lunak
di Indonesia tidak sebaik dengan kualitas produk dari luar.
Standar
gaji bulanan untuk profesi QA ini sekitar Rp. 5.000.000,- s/d Rp. 7.500.000,-
untuk kalangan pemula. Sedangkan untuk level senior sekitar Rp. 8.000.000,- s/d
Rp. 15.000.000,-. Profesi yang sangat menjanjikan bagi Anda yang tertarik dan
serius dalam pengujian suatu produk perangkat lunak yang memiliki kualitas
berstandar internasional.
9.
Network Engineer (Teknisi Jaringan)
Jaringan
menjadi bagian terpenting dalam TI, tanpa jaringan suatu perangkat komputer
maupun seluler tidak dapat saling terhubung. Apalagi dengan munculnya era
komputasi awan (cloud computing), profesi ini akan semakin banyak diminati oleh
perusahaan yang menyediakan jasa komputasi awan maupun perusahaan yang
menggunakan teknologi komputasi awan. Profesi ini bertugas merancang, membuat,
dan mengelola layanan antar jaringan jaringan telepon dan komputer. Aspek
keamanan juga menjadi bagian penting dalam merancang suatu jaringan.
Standar
gaji bulanan untuk profesi Network Engineer ini sekitar Rp. 6.000.000,- s/d Rp.
15.000.000,-.
10.
System Engineer (Teknisi Sistem)
Teknisi
Sistem fokus pada perancangan dan pengelolaan Infrastruktur TI yang kompleks
dalam mendukung siklus hidup sistem dan aplikasi yang berjalan di atas
infrastruktur tersebut. Adapaun kegiatannya meliputi instalasi dan konfigurasi
aplikasi pada server, instalasi database, instalasi server baik fisik maupun
virtual dan konfigurasi berdasarkan topologinya, capacity planning, backup
aplikasi, dll.
Dari kesepuluh profesi yang telah dibahas sebelumnya, saya lebih tertarik dengan Network Engineer, dengan alasan saya lebih mengenal dan memahami konsep dari jaringan komputer itu sendiri. Selain itu dari segi standar gaji yang ditetapkan lumayan menjanjikan.
